Pemprov Sumsel Perkuat Peran Desa dalam Pemberantasan Narkoba di Musi Banyuasin

Palembang,harian62.info – 

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba dengan menitikberatkan peran strategis desa sebagai garda terdepan. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Workshop Desa Bersih Narkoba se-Kabupaten Musi Banyuasin yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (22 April 2026). 


Kegiatan tersebut diikuti para kepala desa sebagai bagian dari strategi pencegahan berbasis masyarakat.


Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara langsung membuka kegiatan tersebut. 


Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa desa memiliki posisi krusial dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, mengingat kedekatan aparatur desa dengan masyarakat di tingkat akar rumput.


“Saya bersyukur dan bangga dengan geliat Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam upaya pemberantasan narkoba. Ini langkah nyata yang patut diapresiasi dan terus dilanjutkan,” ujar Herman Deru.


Menurutnya, workshop ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat kapasitas dan peran kepala desa dalam menghadapi ancaman narkoba yang kian kompleks. Kepala desa dinilai memiliki peran sentral sebagai agen perubahan, baik dalam memberikan edukasi, melakukan pengawasan, maupun membangun kesadaran kolektif masyarakat.


Ia juga mendorong para kepala desa untuk menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Dengan kepemimpinan yang kuat di tingkat desa, diharapkan lahir gerakan bersama yang mampu mempersempit ruang gerak peredaran narkoba.


“Saya berharap kepala desa dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakatnya, sekaligus menjadi ujung tombak dalam membangun ketahanan sosial,” tegasnya.


Lebih lanjut, Herman Deru mengusulkan agar program serupa dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Ia bahkan menilai Kabupaten Musi Banyuasin memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan dalam pengembangan Desa Tangguh Tanpa Narkoba, yang tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga pada penguatan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat desa.


Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba. Ia menilai permasalahan narkoba harus ditangani secara komprehensif dan berkelanjutan.


“Jika kemiskinan berhasil kita tekan, namun angka penyalahgunaan narkoba justru meningkat, maka itu menjadi persoalan serius yang harus kita lawan bersama,” ungkapnya.


Toha Tohet juga menegaskan bahwa desa memiliki peran vital dalam mendeteksi serta mencegah peredaran narkoba sejak dini. Dengan keterlibatan aktif aparatur desa dan masyarakat, upaya pencegahan diyakini akan lebih efektif dan tepat sasaran.


Melalui workshop ini, pemerintah berharap lahir langkah-langkah konkret dalam membangun desa yang tangguh terhadap ancaman narkoba. Pendekatan berbasis desa dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem pencegahan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat di Sumatera Selatan. 


(fiki)

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung