Palembang | Harian62.info — Setelah menanti selama lebih dari empat dekade, harapan masyarakat Sumatera Selatan terhadap kehadiran pelabuhan samudera akhirnya mulai terwujud. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur H. Herman Deru secara resmi melaksanakan project launching Pelabuhan Palembang Baru yang berlokasi di kawasan Tanjung Carat. Prosesi tersebut digelar di Griya Agung, Palembang, Kamis (9/4/2026).
Momentum ini menjadi tonggak sejarah penting dalam mendorong konektivitas serta percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan. Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya gagasan besar yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu, bahkan melewati delapan periode kepemimpinan gubernur sebelumnya.
“Gagasan pembangunan pelabuhan samudera di Sumatera Selatan sudah dimulai sejak 40 tahun lalu. Ketika provinsi tetangga di wilayah Sumbagsel telah memiliki pelabuhan, Sumsel sempat tertinggal. Hari ini, mimpi tersebut mulai kita wujudkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan solusi jangka panjang atas keterbatasan Pelabuhan Boom Baru. Saat ini, pelabuhan tersebut mengalami pendangkalan yang cukup serius sehingga sulit dilalui kapal berukuran besar.
Selain itu, lokasinya yang berada di tengah kota juga kerap menimbulkan kemacetan dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Sebagai salah satu daerah penghasil komoditas unggulan, Sumatera Selatan memiliki potensi besar di sektor perkebunan dan pertanian.
Provinsi ini tercatat sebagai salah satu penghasil kopi terbesar ketiga di dunia dengan luas lahan sekitar 208 ribu hektare, serta memiliki perkebunan kelapa sawit seluas kurang lebih 1,4 juta hektare dan karet dalam skala luas. Selama ini, aktivitas ekspor komoditas tersebut masih bergantung pada pelabuhan di provinsi lain.
“Dengan hadirnya Pelabuhan Tanjung Carat, sistem logistik akan menjadi lebih efisien dan mampu meningkatkan daya saing serta citra daerah. Saya pastikan seluruh aspek administrasi dan pembebasan lahan telah tuntas, sehingga tidak ada lagi kendala berarti,” tegasnya.
Semantara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sumatera Selatan (HIPMI Sumsel), Muhammad Puri Andamas dalam keterangannya turut menyambut positif dimulainya pembangunan pelabuhan tersebut. Ia menilai, kehadiran Pelabuhan Tanjung Carat akan membuka peluang besar bagi kalangan pengusaha muda dalam mengembangkan sektor usaha, khususnya di bidang logistik, ekspor-impor, dan industri turunan.
“Ini adalah momentum penting bagi dunia usaha di Sumatera Selatan. Kami dari HIPMI siap berkolaborasi dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan peluang yang hadir dari pembangunan pelabuhan ini,” ujarnya.
Ia juga berharap pembangunan pelabuhan ini dapat berjalan tepat waktu dan berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap proyek ini tidak hanya menjadi simbol pembangunan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai pusat ekonomi baru di kawasan Sumatera,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Sumsel juga berharap, dengan dimulainya pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat ini, akan tercipta efek berganda (multiplier effect) yang signifikan, mulai dari peningkatan investasi, terbukanya lapangan kerja, hingga pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.
Dengan dimulainya proyek ini, Sumatera Selatan kini memasuki babak baru dalam pembangunan infrastruktur strategis, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi penting di kawasan Sumatera.
(fiki)

0 Komentar