Bali, Ibu Komang, penjual lumpia goreng di Pantai Lima, Bali, mengeluhkan kenaikan harga kertas bungkus nasi yang mulai terasa sejak 18 April 2026. Ia menyebut harga kemasan melonjak, membuat stok produksi yang biasanya cepat terserap kini lebih sulit terjual karena pembeli cenderung menghindari kenaikan harga.
Berdasarkan evaluasi fakta dari data pasar dan berita ekonomi terkini, informasi yang disampaikan Ibu Komang mengenai kenaikan harga kertas nasi coklat adalah Benar. Pada April 2026, harga bahan kemasan di Indonesia dilaporkan naik 30% hingga 80%, dipicu tekanan geopolitik global yang mengganggu ketersediaan dan biaya bahan baku.
Secara rinci, harga kertas nasi coklat (250 lembar) kini berada pada kisaran Rp31.000 hingga Rp45.800 per pak tergantung ukuran dan lokasi. Data pasar ini menguatkan klaim bahwa harga telah melampaui angka Rp30.000, dari kondisi sebelumnya yang berada di kisaran sekitar Rp25.000. Untuk kemasan kertas nasi (100 lembar), harganya bervariasi Rp11.000 hingga mencapai Rp30.000 untuk jenis tertentu.
Kenaikan tersebut turut berdampak langsung pada UMKM kuliner. Biaya kemasan disebut menjadi komponen produksi yang besar, mencapai 60%-70% struktur biaya, sehingga banyak pedagang terpaksa mengurangi margin keuntungan atau menaikkan harga jual. Kondisi itu kemudian berujung pada penurunan minat beli, sehingga lumpia tetap banyak karena tidak ada pembeli yang berminat mengikuti harga baru. Istimewa
0 Komentar