Bandung – Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) disiapkan sebagai jalur alternatif untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Ruas tol yang menghubungkan wilayah Sadang hingga Sukabungah, Kabupaten Bekasi tersebut ditargetkan menyelesaikan tahap akhir konstruksi, khususnya proses pengecoran, pada pertengahan Maret 2026.
Meskipun masih terdapat beberapa titik pekerjaan, sebagian besar ruas jalan tol tersebut sudah dapat dilalui kendaraan dan direncanakan difungsikan secara situasional saat puncak arus mudik. Kehadiran jalur alternatif ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di ruas Tol Jakarta–Cikampek.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan bahwa pengoperasian Tol Japek II Selatan akan dilakukan secara situasional sebagai langkah antisipasi kemacetan, terutama bagi kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta. Jika terjadi kepadatan di Tol Jakarta–Cikampek, arus kendaraan akan dialihkan melalui Tol Japek II Selatan dengan akses masuk melalui tiga gerbang tol hingga kawasan Deltamas.
Selain menyiapkan jalur alternatif, kepolisian juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan pemudik. Fasilitas tersebut meliputi rest area sementara, kantong parkir kendaraan, serta sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di sepanjang jalur mudik.
Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan, melibatkan berbagai pihak seperti Jasa Marga, Dinas Perhubungan, Basarnas, hingga BMKG guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun bencana selama periode mudik Lebaran.
Di samping itu, pos pelayanan juga akan disiagakan di jalur arteri. Kepolisian bersama Kementerian Agama turut memanfaatkan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat istirahat bagi para pemudik. Tim pengurai kemacetan juga akan disiagakan di sejumlah titik rawan kepadatan, serta disertai layanan hotline informasi bagi masyarakat selama arus mudik berlangsung.
Ls

0 Komentar