Dalam suasana hangat silaturahmi Ramadan bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Kepolisian Daerah Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti menurunnya kesadaran publik sebagai salah satu tantangan besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.
Ia menilai banyak masyarakat menginginkan lingkungan yang aman, bersih, dan tertib, namun keinginan tersebut sering kali tidak diiringi dengan perilaku yang mendukung. Mulai dari enggan melaksanakan ronda malam, membuang sampah sembarangan, hingga tidak menaati aturan lalu lintas menjadi gambaran nyata adanya kesenjangan antara harapan dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, aparat kepolisian juga menghadapi tantangan baru di era media sosial yang serba cepat dan terbuka. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, kepolisian dituntut mampu merespons berbagai peristiwa secara transparan dan cepat, terutama terhadap isu yang berkembang di ruang digital.
Dalam hal ini, ia menilai jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat telah menunjukkan sikap responsif dengan menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat secara cepat dan tepat.
Lebih lanjut, Gubernur Jawa Barat mengungkapkan bahwa angka tawuran dan aktivitas geng motor di sejumlah wilayah Jawa Barat mulai menunjukkan tren penurunan, termasuk di Bandung. Meski demikian, beberapa daerah seperti Bekasi, Indramayu, dan Cirebon masih menjadi perhatian.
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak lepas dari peran keluarga dan kondisi lingkungan tempat tinggal, sehingga penataan ruang, penyediaan hunian yang layak, serta lingkungan yang sehat menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang aman, tertib, dan beradab.
LS

0 Komentar