harian62.online |Musi Banyuasin, Diduga lagi lagi masih ada dan terus beraktivitas para pelaku penyulingan dan masakan minyak ilegal drilling refinery di wilayah hukum Polsek Babat Toman, yang menyebabkan terjadinya insiden Bencana Kebakaran lagi .Jumat (12/01/2024).
Sebelum nya pihak Polda Sumsel terus melakukan Razia Penertiban tempat aktivitas iIlegal driling maupun tempat refenery sesuai intruksi Kapolri untuk memberantas semua Kegiatan illegal, Termasuk illegal Driling di Semua Jajaran wilayah sumatera selatan khusus nya Kabupaten Musi Banyuasin nampak masih saja aktivitas penyulingan atau refenery di kecamatan keluang masih berjalan lancar.
Entah ada apa, sudah begitu banyak ilegal drilling yang sudah dilakukan Penutupan, kegiatan pengolahan seperti ini masih terlihat biasa-biasa saja,bahkan masih terlihat jelas aktivitas pengelolaan masih berlangsung.
Entah Proses Penertiban Seolah Terkesan Tebang Pilih, Apakah Kegiatan tersebut memang ditertibkan secara merata atau hanya sebagian saja hanya tumbal pemanis didunia bisnis Ilegal driling khusus nya minyak Bbm.
Dimana Kapolda Sumatera Selatan Irjen A Rachmad Wibowo merespons dengan tegas mengultimatum Kapolsek jajaran di Kabupaten/Kota untuk tidak membiarkan ada bisnis ilegal tersebut. Jika nanti di lapangan masih ada ditemukan pembiaran atas aktivitas tersebut hingga terjadinya ledakan, Rachmad memastikan akan mencopot jabatan Kapolsek di wilayah tersebut.
Tempat masak, tempat penyulingan minyak, nggak boleh itu. Kapolsek angkat tangan, siap saya copot kalau ada tempat (penyulingan minyak ilegal) meledak di tempat kalian,” tegas Irjen A Rachmad Wibowo.
Dugaan kuat kegiatan penampungan minyak ilegal seperti ini ada indikasi cukong minyak melakukan kordinasi setoran untuk menjalankan usahanya sehingga masih banyak yang beroperasi dan tidak bisa di tertibkan oleh Polres dan polsek setempat, terutama polsek Babat Toman yang wilayahnya sangat terkenal dengan tempat surganya para pemain minyak ilegal.
Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh awak media para pelaku penyulingan minyak ilegal driling ini melakukan aktivitas di waktu sore dan malam hari ,dan yang menjadi pertanyaan dimasyarakat luas adalah apa yang menyebabkan para oknum pelaku masih bisa terus beraktivitas melakukan kegiatan pengeboran, penyulingan,dan masakan
Berdasarkan informasi yang didapatkan awak media dari masyarakat , yang rumahnya tidak jauh dari lokasi tempat insiden terbakanya masakan ilegal Drilling,melalui jejaringan WhatsApp, telah terjadi lagi Kebakaran tempat masakan Minyak Ilegal yang mana Pemiliknya diduga milik (IL) yang lokasinya tidak jauh dari tempat masakan ibuk (Y) dekat dengan Jembatan kuning.
Masakan yang barusan terbakar lebih kurang terjadi pada jam 10 malam ini , dekat dengan jerambah kuning, pemiliknya diduga Masakan (IL) , bersebelahan dengan masakan ibu (Y)." Ungkapnya kepada awak media melalui WhatsApp (12/01/2024).
Guna Keseimbangan pemberitaan awak media langsung mengkonfirmasi terkait kegiatan penyulingan minyak ilegal/Repinery yang menimbulkan kebakaran berulang kali tersebuut dll by Phone baik Telepon biasa maupun Whatsapp Kasat Reskrim Akp. Bondan Try Hoetomo.STK. SIK. dan Kapolsek Babat Toman AKP. Rama yhuda,Kapolres Musi Banyuasin AKBP Siswandi, S.Ik, SH, MH ,namun selalu abaikan, Tidak Pernah sama sekali untuk menangapi/merespon
Masih belum diketahui, apakah dari insiden kebakaran tempat masakan Minyak Ilegal Driling ini apakah memakan korban jiwa ?, namun tim awak media akan terus melakukan pencarian informasi lebih lanjut.
Bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan bapak Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo, S.I.K., M.I.K. agar menindak tegas kepada para pelaku mafia mafia minyak ilegal driling refinery maupun oknum APH yang membekingi


