BULA, SERAM BAGIAN TIMUR, Harian62.info -
Program Sekolah Tani yang digagas Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus digenjot melalui praktik lapangan. Puluhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang mengikuti program tersebut kini secara rutin terjun langsung mengelola lahan pertanian sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Praktik lapangan ini menjadi salah satu bagian penting dalam program Sekolah Tani yang dirancang berlangsung selama kurang lebih empat bulan. Peserta tidak hanya diberikan materi secara teori, tetapi lebih banyak ditempa melalui praktik langsung di lahan pertanian.
Program tersebut sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBT, Sofyan Waraiya, S.P., sebagai upaya memperkuat pengetahuan dan keterampilan para PPPK Paruh Waktu yang nantinya diharapkan dapat berperan sebagai tenaga pendamping bagi masyarakat petani di wilayah Kabupaten SBT.
Pada Minggu, 20 September 2026, peserta Kelompok 2 kembali melaksanakan praktik lapangan dengan melakukan pengolahan lahan yang akan digunakan untuk penanaman bibit.
Peserta yang telah dibagi ke dalam sejumlah kelompok diberikan tanggung jawab untuk mengelola lahan masing-masing. Mereka secara langsung belajar mulai dari mempersiapkan lahan hingga tahapan penanaman.
Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas program, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan kemampuan praktis peserta agar nantinya tidak hanya memahami teori pertanian, melainkan mampu menerapkannya ketika berada di tengah masyarakat.
Sekolah Tani yang dilaksanakan di Breeding Center, Desa Bula Air, Kecamatan Bula, tersebut memang diarahkan untuk lebih banyak memberikan pengalaman praktik kepada peserta.
Dengan pola pembelajaran tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal yang cukup ketika nantinya ditugaskan untuk mendampingi para petani di berbagai wilayah Kabupaten SBT.
Kepala Dinas Pertanian SBT Sofyan Waraiya sebelumnya menekankan pentingnya penguatan kapasitas peserta melalui program tersebut. Para peserta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian, terutama dalam memberikan pendampingan dan arahan kepada masyarakat petani.
Praktik Jadi Ukuran Kemampuan
Pengelolaan lahan oleh masing-masing kelompok menjadi bagian dari proses untuk menguji sejauh mana peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti Sekolah Tani.
Tanaman yang nantinya dihasilkan dari lahan praktik juga akan menjadi bagian dari hasil pembelajaran peserta. Dengan demikian, proses yang dilakukan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat terlihat melalui hasil kerja di lapangan.
Program ini sekaligus menjadi persiapan bagi para PPPK Paruh Waktu agar ketika dibutuhkan untuk mendampingi petani, mereka memiliki keberanian, keterampilan, serta pemahaman teknis yang memadai.
Peserta tidak hanya dituntut mengetahui bagaimana cara menanam, tetapi juga memahami proses pengelolaan lahan secara baik dan benar sehingga pengetahuan tersebut dapat diterapkan kepada masyarakat.
Sekolah Tani yang telah berjalan sekitar satu bulan ini diharapkan mampu melahirkan peserta yang benar-benar siap terjun ke lapangan dan memberikan manfaat bagi para petani di Kabupaten SBT.
Pembagian peserta ke dalam kelompok-kelompok praktik juga menjadi strategi agar setiap peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola lahan dan bekerja secara bersama-sama.
Ke depan, hasil praktik tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu gambaran keberhasilan program Sekolah Tani yang dijalankan Dinas Pertanian SBT.
Program ini bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi diharapkan menjadi investasi sumber daya manusia di bidang pertanian agar pendampingan terhadap petani di Kabupaten SBT semakin kuat, terarah, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan sektor pertanian daerah.
(RK)


