PONTIANAK — Sejumlah tokoh dan elemen masyarakat Dayak di Kalimantan menyatakan telah mencapai kesatuan pandangan untuk membentuk sekaligus mendeklarasikan sebuah organisasi bernama Dayak Besar Borneo Bersatu.
Rencana deklarasi tersebut mencuat setelah insiden yang menjadi perhatian publik terkait kantor Lawyer Muda Kalbar, yang disebut didatangi sejumlah aparat dari berbagai unsur. Peristiwa tersebut kemudian mendorong munculnya berbagai pandangan dari tokoh dan elemen masyarakat Dayak untuk memperkuat persatuan serta membangun wadah bersama yang mampu menyalurkan aspirasi masyarakat secara damai dan konstitusional.
Para tokoh menyatakan, pembentukan Dayak Besar Borneo Bersatu tidak dimaksudkan untuk menciptakan pertentangan dengan pihak mana pun. Sebaliknya, organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan, menjaga martabat masyarakat adat, serta mendorong penyelesaian setiap persoalan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku.
Wadah Persatuan Masyarakat Dayak
Organisasi ini dirancang sebagai wadah pemersatu masyarakat Dayak di Pulau Borneo dengan mengedepankan semangat persatuan, solidaritas, keadilan, pelestarian adat dan budaya, serta penghormatan terhadap hukum dan konstitusi.
Selain memperkuat hubungan antarelemen masyarakat Dayak, organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta pelestarian identitas dan kearifan lokal.
Para penggagas juga menekankan pentingnya organisasi berjalan secara profesional, transparan, demokratis, dan tidak mengedepankan tindakan yang dapat memicu konflik sosial.
Utamakan Dialog dan Jalur Konstitusional
Dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, para tokoh Dayak mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Setiap persoalan, termasuk apabila berkaitan dengan proses hukum, harus diselesaikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan serta menghormati asas praduga tak bersalah.
“Persatuan harus menjadi kekuatan untuk membangun, bukan menjadi alasan untuk mempertajam perbedaan. Setiap persoalan harus diselesaikan secara bermartabat melalui dialog, musyawarah dan jalur hukum,” demikian semangat yang disampaikan dalam pernyataan bersama tersebut.
Para tokoh juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi di Kalimantan Barat tetap aman, damai dan kondusif. Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan provokatif maupun mengambil langkah di luar koridor hukum.
Memperkuat Kontribusi untuk Daerah dan Nasional
Kehadiran Dayak Besar Borneo Bersatu diharapkan bukan hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga mampu melahirkan program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mulai dari penguatan adat dan budaya, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, perlindungan hak masyarakat adat, kepedulian lingkungan, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan menjadi bagian dari gagasan yang akan dikembangkan.
Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, para penggagas menegaskan bahwa perjuangan terhadap kepentingan masyarakat adat tetap harus ditempatkan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Deklarasi organisasi tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan masyarakat Dayak sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat adat dalam pembangunan Kalimantan dan Indonesia secara keseluruhan.
Pernyataan ini sekaligus menjadi komitmen untuk menjaga persatuan, menghormati proses hukum, serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan melalui mekanisme yang sah dan konstitusional.
Salam Satu Darah. Salam Persatuan. Salam Damai untuk Borneo.(Bsg)



