Pasaman Barat,harian62.info -
Tempat Penitipan Anak (TPA) Ahsanu Amala Kabupaten Pasaman Barat masuk nominasi Praktik Baik dalam Penilaian TAMASYA Tahun 2026. Penetapan itu tertuang dalam Surat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 127/PK.01/F1/2026.
Menindaklanjuti penetapan tersebut, Tim Penilai Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatra Barat menggelar wawancara pendalaman secara daring melalui Zoom Meeting di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (3/6).
Kegiatan dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekda Pasaman Barat Harlina Syahputri mewakili Bupati, Kepala DPPKBP3A Armen, Ketua Bidang IV TP-PKK Pasbar Ny. Erisa Doddy San Ismail, Sekretaris DPPKBP3A Dewi Indriani Djusair, Ketua TPA Ahsanu Amala Rezi Maswar, Penyuluh KB Kecamatan Pasaman Desri Susanti, orang tua penerima layanan, serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam wawancara, tim menilai sejumlah aspek layanan TPA Ahsanu Amala. Penilaian meliputi standar keamanan dan kenyamanan lingkungan, kualitas edukasi dan stimulasi perkembangan anak, serta mekanisme pemantauan tumbuh kembang secara berkala.
Tim juga menilai keberadaan sistem rujukan terpadu untuk identifikasi dini, penanganan risiko, dan pemantauan anak yang memerlukan intervensi khusus. Sistem itu dinilai penting agar setiap anak mendapat layanan sesuai kebutuhan tumbuh kembangnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatra Barat Mardalena Wati Yulia menjelaskan, Program TAMASYA merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pengasuhan anak berkualitas, mendukung kesejahteraan keluarga, sekaligus mempercepat penurunan stunting.
"Layanan pengasuhan yang aman, nyaman, dan berkualitas menjadi faktor penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan terlindungi," ujar Mardalena.
Menurutnya, TAMASYA berperan memastikan anak memperoleh pengasuhan optimal melalui peningkatan kompetensi pengasuh dan pemantauan tumbuh kembang berkelanjutan.
Sementara itu, Asisten III Setda Pasbar Harlina Syahputri menegaskan komitmen Pemkab Pasbar mendukung pengembangan Program TAMASYA, khususnya di TPA Ahsanu Amala.
“Program ini merupakan inovasi sosial yang sangat strategis. Tidak hanya menyediakan layanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, perlindungan anak, serta penguatan ketahanan keluarga,” kata Harlina.
Ia menilai keberhasilan TPA Ahsanu Amala membuktikan kolaborasi masyarakat, yayasan, dan pemerintah mampu menghadirkan layanan yang berdampak nyata bagi tumbuh kembang anak.
“Pemkab akan terus memberikan pembinaan, pendampingan, penguatan kelembagaan, serta mendorong sinergi lintas perangkat daerah agar program ini berkelanjutan dan menjadi model layanan pengasuhan anak usia dini di Pasaman Barat,” tegasnya.
Harlina berharap capaian TPA Ahsanu Amala menginspirasi lahirnya layanan TAMASYA serupa di kecamatan dan nagari lain di Pasbar.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimistis mewujudkan generasi Pasaman Barat yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua TPA Ahsanu Amala Rezi Maswar menyampaikan, lembaganya terus menjaga mutu layanan melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan dukungan tenaga pengasuh kompeten.
“Para pengasuh memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman memadai, dibuktikan dengan ijazah dan sertifikat kompetensi. Fasilitas dan kapasitas layanan juga sudah disesuaikan dengan standar yang berlaku,” jelas Rezi.
Ia menambahkan, TPA Ahsanu Amala berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dari aspek fasilitas, kenyamanan anak, hingga kepuasan orang tua.
Penilaian Praktik Baik TAMASYA bertujuan mengevaluasi mutu layanan pengasuhan anak pada TPA agar tersedia lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Program ini juga menjadi bentuk dukungan bagi orang tua, khususnya ibu bekerja, agar tetap produktif dengan adanya layanan pengasuhan yang tepercaya.
(windi wulandari)

0 Komentar