Lampung Barat, Harian+62— Kasus dugaan penipuan hasil penjualan kopi yang menimpa petani kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya viral seorang petani mengaku mengalami kerugian besar akibat hasil kopi yang tak kunjung dibayarkan, kini giliran seorang ibu asal Lampung Barat, Mi'roj, yang menyuarakan jeritannya kepada Presiden Republik Indonesia.
Melalui video yang beredar luas di media sosial, Mi'roj mengaku menjadi korban dugaan penipuan transaksi kopi yang diduga dilakukan oleh seseorang bernama Adon.
Akibat peristiwa tersebut, ia mengaku kehilangan uang dalam jumlah besar yang selama ini menjadi harapan keluarganya, bahkan uang yang rencana di persiapkan untuk melengkapi pendaftaran umroh tersebut tak kunjung ada kejelasan.
Dengan suara bergetar dan penuh harap, Mi'roj meminta Presiden turun tangan membantu masyarakat kecil yang merasa kesulitan mendapatkan kepastian hukum.
Ia mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Lampung, namun hingga kini belum melihat perkembangan yang memberikan rasa keadilan.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius mengenai perlindungan hukum bagi petani dan lemahnya posisi tawar masyarakat kecil ketika berhadapan dengan dugaan tindak pidana yang menyangkut hasil jerih payah mereka.
Di tengah tingginya harga dan nilai komoditas kopi, para petani justru rentan menjadi korban praktik yang merugikan.
Viralnya pengakuan Mi'roj kembali memantik perhatian publik.
Warganet mendesak agar aparat penegak hukum memberikan penanganan yang cepat, transparan, dan profesional sehingga kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum tidak semakin terkikis.
"Yang saya minta hanya keadilan dan hak saya kembali," demikian pesan yang tersirat dari permohonan seorang ibu yang kini menggantungkan harapan kepada negara untuk memperoleh kepastian atas nasib hasil panennya.
0 Komentar