KOTANOPAN,harian62.info -

Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah begitu terasa di Desa Singengu, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Ribuan cahaya obor yang dibawa masyarakat menyala menerangi malam, menjadi simbol hijrah, persatuan, serta kuatnya nilai-nilai kebersamaan yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat desa.16 Juni 2026


Pawai obor yang digelar secara serentak tersebut berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan dipusatkan dari Lapangan Bagas Godang Desa Singengu sebagai titik awal keberangkatan. Dengan tertib dan penuh semangat, para peserta berjalan menyusuri jalan-jalan desa hingga ke tepi jalan raya, diiringi lantunan selawat, takbir, dan doa bersama yang menggema sepanjang perjalanan.


Antusiasme masyarakat terlihat begitu luar biasa. Anak-anak tampak ceria membawa obor di tangan mereka. Para remaja dan pemuda berjalan dalam barisan yang rapi, sementara kaum ibu turut memeriahkan kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Islam. Kebersamaan lintas usia tersebut menjadikan pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan peristiwa sosial dan keagamaan yang mempererat hubungan antarwarga.


Warga yang memadati sisi jalan turut menyaksikan jalannya pawai dengan penuh kebanggaan. Gemerlap cahaya obor yang menerangi malam seakan menjadi pesan bahwa semangat hijrah harus terus menyala dalam kehidupan masyarakat, membawa perubahan menuju pribadi yang lebih baik, lingkungan yang harmonis, serta masa depan desa yang lebih maju.


Kepala Desa Singengu, Julu Maraginda, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas tingginya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjaga kekompakan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Desa Singengu.


"Alhamdulillah, kami sangat bangga melihat semangat masyarakat Desa Singengu pada malam 1 Muharram ini. Anak-anak, pemuda, tokoh masyarakat, hingga kaum ibu bersatu dalam satu langkah menyemarakkan syiar Islam. Ini membuktikan bahwa nilai gotong royong, persaudaraan, dan kecintaan terhadap ajaran agama masih tumbuh subur di tengah masyarakat kita," ujar Julu Maraginda kepada awak media.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semangat hijrah hendaknya diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, menjaga keamanan lingkungan, serta bersama-sama membangun Desa Singengu menjadi desa yang religius, damai, dan sejahtera.


"Atas nama Pemerintah Desa Singengu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian, serta rezeki yang melimpah bagi seluruh masyarakat. Mari kita jadikan semangat hijrah sebagai energi untuk terus berbuat kebaikan dan bergandengan tangan membangun desa yang kita cintai," tambahnya.


Pawai obor 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Singengu menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan tidak hanya mampu menjaga nilai spiritual masyarakat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial. Di tengah perubahan zaman, masyarakat Desa Singengu menunjukkan bahwa persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap syiar Islam akan terus menyala, sebagaimana cahaya obor yang menerangi malam pergantian tahun Hijriah.


(M.Idris)