Rumah Warga Rusak Diterjang Ombak, Ortis Sagrim Minta Pemecah Ombak Segera Dibangun


SORONG,harian62.info -

Gelombang pantai yang menerjang kawasan pesisir Kelurahan Dum Timur mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Hal ini terjadi meskipun di wilayah tersebut telah dibangun tanggul penahan ombak.

 

Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Ketua DPR Papua Barat Daya (PBD), Ortis Sagrim, yang turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Jumat (8/5/2026).

 

Dalam kunjungannya, Ortis menyerahkan bantuan berupa 100 sak semen kepada warga yang rumahnya terdampak abrasi dan gelombang pantai. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan perbaikan sementara pada bagian rumah yang rusak.

 

Ortis menegaskan, persoalan gelombang pantai dan abrasi di kawasan Dum Timur perlu menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk rencana pembangunan pemecah ombak sebagai langkah penanganan jangka panjang.

 

"Sebelumnya memang ada wacana untuk membangun pemecah ombak. Ini harus menjadi perhatian bersama, dan nantinya akan kami usulkan juga di DPR. Kita lihat, secara administrasi wilayah ini masuk kota, Dum Distrik, namun ini juga bagian dari tanggung jawab kita bersama," ujar Ortis.

 

Ia menegaskan bahwa DPR PBD melalui fungsi pengawasan akan menyampaikan persoalan tersebut secara kelembagaan agar menjadi atensi bersama antara pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

 

"Dalam tugas dan fungsi pengawasan kami, kami akan menyampaikan hal ini secara kelembagaan untuk menjadi perhatian bersama," tambahnya.

 

Menurutnya, pemerintah kota juga telah memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat terdampak di wilayah tersebut.

 

Ortis berharap penanganan cepat dapat segera dilakukan mengingat bencana gelombang pantai bisa terjadi kapan saja.

 

"Puji Tuhan, saya melihat sudah ada atensi dari pemerintah kota sampai di sini. Saya rasa kita harus memberikan respons yang sangat cepat untuk penanganan hal ini, karena bencana ini datang tidak menanyakan waktu. Kapan saja bisa terjadi, jadi kita harus menanggapinya secara serius," pungkasnya.

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung