Jelang Idul Adha 2026, 15 Ribu Hewan Kurban di Papua Barat Daya Dijamin Sehat dan Layak


SORONG,harian62.info – 

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2026 mendatang, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memberikan jaminan ketersediaan hewan kurban yang aman dan sehat. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sekitar 15 ribu ekor ternak telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan dinyatakan dalam kondisi prima.

 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi Papua Barat Daya, drh. M.M. Firdiana Krisnaningsih, usai melakukan kegiatan monitoring dan surveillance bersama jajaran Pejabat Otoritas Veteriner setempat, Rabu (20/5/2026).

 

"Kami sengaja turun ke lapangan untuk memastikan kesiapan para peternak menjelang puncak pelaksanaan ibadah kurban. Alhamdulillah, hasil pantauan kami menunjukkan bahwa secara umum kondisi ternak di wilayah ini sangat baik dan sehat," ujar Firdiana kepada awak media.

 

Dalam pemeriksaan rutin yang dilakukan, tim medis menemukan beberapa kasus gangguan kesehatan ringan, seperti infeksi kulit atau skabies dan juga serangan cacingan pada beberapa ekor ternak. Menanggapi hal tersebut, langkah cepat pun segera diambil. Hewan-hewan yang terindikasi sakit langsung diberikan penanganan medis intensif dan dilarang untuk diperjualbelikan hingga dinyatakan sembuh total.

 

"Ada beberapa yang kami temukan mengalami sakit kulit atau skabies, kami sudah instruksikan kepada pemiliknya untuk diobati terlebih dahulu sebelum dijual. Begitu juga dengan yang terkena cacingan, langsung kami berikan obat cacing. Selain pengobatan, kami juga melakukan penyuntikan multivitamin guna menjaga stamina dan kondisi fisik hewan agar tetap kuat hingga hari H nanti," jelasnya.

 

Firdiana juga menegaskan bahwa hingga saat ini wilayah Papua Barat Daya masih aman dan bebas dari wabah penyakit hewan menular yang berbahaya. Namun, pihaknya tetap waspada dan terus memantau potensi munculnya penyakit prioritas nasional seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

 

"Kita harus tetap waspada, terutama terhadap skabies karena penyakit ini termasuk jenis zoonosis yang bisa menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya. Oleh karena itu, hewan yang masih sakit belum bisa dikatakan layak untuk dijadikan kurban," tegasnya.

 

Berdasarkan laporan yang diterima dari dinas teknis di tingkat kabupaten dan kota, diketahui bahwa mayoritas pasokan hewan kurban berasal dari wilayah Kabupaten Sorong. Hal ini wajar mengingat daerah tersebut merupakan sentra utama pembibitan dan peternakan sapi terbesar di Provinsi Papua Barat Daya.

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung