Simalungun,harian62.info -
Kinerja manajemen perkebunan di lingkungan PTPN IV Regional 2 Kebun Laras, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan setelah tim media menemukan sejumlah kondisi lapangan yang diduga tidak sesuai dengan standar operasional perusahaan.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan pada Jumat (24/04/2026) sekitar pukul 10.47 WIB di areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM) Afdeling III Kebun Laras, ditemukan beberapa kondisi yang dinilai memprihatinkan dan berpotensi memengaruhi produktivitas kebun apabila tidak segera ditangani.
Temuan tersebut antara lain buah kelapa sawit yang membusuk di pohon, pekerjaan kastrasi yang diduga tidak tuntas, serta kondisi areal yang dipenuhi semak belukar mulai dari piringan hingga pasar gawang. Kondisi itu memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam perawatan kebun.
Sejumlah pihak menilai persoalan tersebut tidak dapat dianggap sepele, mengingat perusahaan tersebut merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola aset negara di sektor perkebunan.
Salah seorang pemerhati sosial yang dimintai tanggapan menyebutkan bahwa temuan di lapangan perlu menjadi perhatian serius manajemen perusahaan maupun pemegang kebijakan di tingkat regional.
“Jika benar terdapat kelalaian atau pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai SOP, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar tidak berdampak terhadap produktivitas dan tata kelola perusahaan,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga mendorong jajaran pimpinan holding perkebunan, termasuk manajemen PalmCo, untuk melakukan pembinaan serta pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan teknis di lapangan.
Menurutnya, evaluasi internal penting dilakukan untuk memastikan pengelolaan kebun berjalan profesional, efektif, dan sesuai standar perusahaan negara.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN IV Regional 2 Kebun Laras belum memberikan keterangan resmi terkait temuan investigasi tersebut maupun dugaan ketidaksesuaian SOP yang disampaikan.
Tim media menyatakan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.
(Tim)


0 Komentar