Jakarta, harian62.info – Kecamatan Cengkareng tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Jakarta Barat sepanjang tahun 2026. Hingga 23 April 2026, setidaknya ada 327 kasus DBD yang dilaporkan dari kecamatan tersebut.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Arum Ambarsari, mengungkapkan bahwa total kasus DBD di Jakarta Barat mencapai 842 kasus sejak 1 Januari hingga 23 April 2026. Selain Cengkareng, wilayah lain dengan kasus signifikan adalah Kalideres dengan 188 kasus, diikuti Kebon Jeruk (85 kasus), Kembangan (65 kasus), Grogol Petamburan (57 kasus), Tambora (47 kasus), Palmerah (46 kasus), dan Taman Sari (27 kasus).
Arum menyebutkan bahwa tren kasus DBD di Jakarta Barat mengalami peningkatan tajam pada kuartal pertama tahun ini. Jumlah kasus tercatat sebanyak 134 pada Januari, melonjak menjadi 203 pada Februari, dan mencapai puncaknya di Maret dengan 315 kasus. Angka ini sedikit menurun menjadi 190 kasus hingga akhir April.
Peningkatan kasus tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, khususnya kelembaban udara yang tinggi serta sistem drainase yang tidak lancar di sejumlah wilayah. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi perkembangan vektor nyamuk Aedes aegypti.
Menanggapi hal tersebut, Arum menegaskan pentingnya pengendalian vektor secara intensif. Masyarakat dihimbau untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus mencegah gigitan nyamuk) serta menggerakkan program "1 Rumah 1 Jumantik" (Juru Pemantau Jentik).
"Sudis Kesehatan juga akan terus melakukan pengendalian vektor melalui larvasidasi selektif dan fogging fokus di titik-titik rawan," ujar Arum kepada awak media, Jumat (24/4/2026). (Rohi)

0 Komentar