Harian62.info -
Presiden RI Prabowo Subianto menjadi inspektur upacara pemakaman almarhum Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno.
Try Sutrisno dimakamkan dengan penghormatan militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026) siang.
Pantauan Kompas.com di lokasi, prosesi upacara pemakaman dimulai sekitar pukul 13.45 WIB, setelah jenazah diserahterimakan oleh pihak keluarga untuk dimakamkan secara militer.
Adapun penyerahan jenazah almarhum diwakili oleh putra Try Sutrisno, Taufik Dwi Cahyono.
Prabowo kemudian menyambut kedatangan jenazah di TMP Kalibata dan ikut berjalan mengiringi dari belakang jenazah.
Peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih tersebut diangkat oleh anggota TNI menuju tempat peristirahatan terakhir.
Setelahnya, upacara dibuka dengan laporan dari komandan upacara kepada Prabowo yang bertindak selaku inspektur upacara. Kemudian, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum.
"Saya Presiden Republik Indonesia atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan kepada persada ibu pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum, nama Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI, periode tahun 1993-1998, Panglima ABRI periode 1988-1993," ucap Prabowo.
Prabowo juga berharap amal baik daralmarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa (YME).
"Semoga jalan darmabakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka,” ucapnya. Setelah itu, peti jenazah diturunkan ke liang lahat dengan diiringi penghormatan militer dan tembakan salvo yang terdengar dari lokasi pemakaman.
Di pemakaman, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut memegang bendera merah putih selama proses pemakaman.
Diketahui, Try Sutrisno meninggal dunia pada usia 90 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB. Pihak keluarga menyebutkan bahwa Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia itu tidak memiliki riwayat penyakit tertentu yang menyebabkannya meninggal dunia.
Anak Try, Taufik Dwi Cahyono, menyebutkan bahwa kondisi kesehatan sang ayah menurun karena faktor usia Try yang sudah menginjak 90 tahun.
"Bapak sih karena memang sudah usia, semuanya kan menurun, umur segitu, enggak ada yang spesial sakit khusus ya karena memang sudah usia ya, menurun dari kemampuan napasnya, atau semacamnya," kata Taufik di RSPAD Gatot Soebroto, Senin, dikutip dari Kompas TV. Taufik menuturkan, sebelum wafat, Try telah dirawat di RSPAD sejak tanggal 16 Februari 2026 lalu karena sempat tidak punya selera untuk makan.
Menurutnya, tim dokter RSPAD dan kepresidenan sudah mengupayakan pengobatan terbaik kepada Try. "(Dirawat sejak) 16 Februari. Jadi cuma tiba-tiba selera makan turun, dibawa ke sini, naik turun lah, dikasih obat, dikasih makan," kata Taufik.
Sumber : Kompas.com

0 Komentar