Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Partai Golkar di Kalimantan Barat untuk melakukan konsolidasi internal, evaluasi organisasi, sekaligus memilih Ketua DPD Golkar Kalbar untuk periode kepengurusan selanjutnya.
Musda XI Golkar Kalbar secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar wilayah Jawa–Kalimantan, Wihaji, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Dalam sambutannya di hadapan para kader dan insan media, Wihaji menyampaikan bahwa Musda merupakan mekanisme organisasi yang rutin dilaksanakan oleh Partai Golkar di setiap daerah.
“Musda ini merupakan bagian dari tahapan organisasi Partai Golkar di seluruh Indonesia. Agenda utamanya adalah melakukan evaluasi organisasi, menyusun program kerja ke depan, serta memilih Ketua DPD Golkar Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Partai Golkar sebagai bagian dari koalisi pemerintahan memiliki komitmen untuk mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah.
“Kita merupakan bagian dari koalisi besar di pemerintahan, sehingga seluruh kader Golkar harus mendukung dan menyukseskan program-program pemerintah. Selain itu, semangat partai adalah bagaimana menambah kursi dan memperkuat posisi Golkar ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, mantan Ketua DPD Golkar Kalbar yang kini menjabat sebagai Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, menyebut Musda sebagai momentum penting untuk memperkuat kebersamaan di internal partai.
Menurutnya, dinamika dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar terjadi, namun yang paling penting adalah menjaga semangat kekeluargaan serta rasa cinta terhadap partai.
“Dalam sebuah rumah tangga besar tentu ada dinamika. Namun yang terpenting adalah semangat kebersamaan, rasa cinta, serta keinginan kita untuk terus membesarkan Partai Golkar,” katanya.
Maman menilai pelaksanaan Musda XI Golkar Kalbar kali ini berlangsung dalam suasana yang relatif kondusif serta penuh semangat kebersamaan dibandingkan dengan dinamika yang pernah terjadi sebelumnya.
“Dinamika tetap ada, tetapi relatif lebih kondusif dan penuh semangat kebersamaan. Kita berharap Musda ini melahirkan keputusan-keputusan yang positif bagi masa depan Golkar dan masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.
Terkait pemilihan Ketua DPD Golkar Kalbar, Maman mengungkapkan bahwa hingga proses pendaftaran dibuka, baru satu nama yang mendaftarkan diri, yakni Ichfany.
Dengan kondisi tersebut, besar kemungkinan Ichfany akan menjadi calon tunggal dalam Musda XI Golkar Kalbar.
“Sebagian besar pemilik suara memberikan dukungan kepada Ifan sebagai calon Ketua Golkar Kalbar ke depan. Proses pendaftaran sudah dibuka dan sejauh ini baru beliau yang mendaftar, sehingga berpotensi menjadi calon tunggal,” jelasnya.
Menurut Maman, dukungan terhadap figur muda merupakan bagian dari upaya regenerasi di tubuh Partai Golkar.
“Kita ingin mendorong kader muda untuk memimpin. Ifan merupakan representasi generasi milenial yang memiliki rekam jejak perjuangan dari bawah hingga saat ini,” katanya.
Ia juga berharap kepemimpinan Golkar Kalbar ke depan dapat melanjutkan berbagai program pembangunan, termasuk mendorong percepatan program listrik desa di wilayah Kalimantan Barat.
“Program listrik desa harus terus kita dorong agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok,” pungkasnya.
Musda XI Golkar Kalbar diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas kader sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis partai dalam menghadapi agenda politik serta pembangunan di Kalimantan Barat ke depan.
(Bsg-Red)
.jpg)
0 Komentar