Kabupaten Bekasi,harian62.info -
BAZNAS Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM melalui program Bekasi Mandiri. Kegiatan penyaluran berlangsung di LOTTE Grosir Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (26/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, bantuan diberikan kepada dua pelaku usaha mikro, yakni Siti Halimah, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Karangbahagia, untuk pengembangan usaha pembuatan kue nastar, serta Yuli Herawati, warga Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, untuk tambahan modal usaha warung jajanan rumahan. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1.000.000 sebagai stimulan penguatan usaha.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bekasi, Dr. H. Royani, M.A., menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.
“Saya berharap para pedagang yang diberikan bantuan usaha dapat mengelola usahanya dengan baik sehingga mampu berkembang dan meningkatkan taraf ekonomi mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi konsep Mustahik to Muzakki (M2M), yakni mendorong penerima manfaat zakat agar kelak mampu menjadi pihak yang turut berzakat. Oleh karena itu, selain pemberian modal, BAZNAS juga melakukan pembinaan usaha agar bantuan yang diberikan benar-benar berdampak dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua DPD LSM Prabhu Indonesia Jaya Kabupaten Bekasi, N. Rudiansah, mengapresiasi langkah BAZNAS yang dinilai konsisten hadir membantu masyarakat.
Ia menilai program pemberdayaan ekonomi seperti Bekasi Mandiri menjadi bukti nyata peran lembaga zakat dalam mendukung kesejahteraan warga, khususnya pelaku usaha kecil yang membutuhkan dukungan modal dan pendampingan.
Program Bekasi Mandiri merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Bekasi yang difokuskan pada penguatan sektor UMKM agar mampu tumbuh mandiri, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah.pungkasnya..
Reporter Rohati) Asan


0 Komentar