Trotoar yang seharusnya digunakan sebagai fasilitas pejalan kaki justru beralih fungsi menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Sampah rumah tangga hingga sampah dari pengguna jalan terlihat menumpuk, menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan serta estetika lingkungan.
Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya pengelolaan sampah dan minimnya pengawasan dari instansi terkait. Hingga kini, belum terlihat penanganan serius dari petugas kebersihan maupun dinas lingkungan hidup setempat untuk membersihkan area tersebut.
Selain mengganggu hak pejalan kaki, penumpukan sampah di trotoar juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan. Padahal, pemerintah telah berulang kali mengeluarkan imbauan dan sanksi tegas bagi pelanggar yang membuang sampah sembarangan.
Minimnya fasilitas tempat penampungan sampah sementara (TPS) di sekitar permukiman diduga menjadi salah satu faktor penyebab maraknya pembuangan sampah liar. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan membuang sampah pada tempat yang semestinya.
Permasalahan sampah di kawasan perkotaan membutuhkan penanganan terpadu, mulai dari penambahan fasilitas TPS, penegakan aturan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat. Tanpa langkah konkret dan berkelanjutan, persoalan sampah berpotensi terus menjadi masalah yang berulang di kota besar seperti Jakarta.
(RA/Beks Channel)

0 Komentar