harian62.info -
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan pilot project alat produksi kalium humat atau pupuk penyubur tanah. Proyek tersebut merupakan tahapan penelitian dan pengembangan penting yang mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan nasional.
Kalium humat adalah produk turunan dari hilirisasi batu bara berkalori rendah yang berfungsi sebagai pembenah tanah dan pupuk hayati. Dari proyek tersebut, PTBA akan menggunakan nama BA Grow sebagai merek produk kalium humat yang dikomersialisasikan. BA Grow akan dipasarkan dalam bentuk padat dan cair.
Acara peluncuran tersebut dihadiri Direktur Utama Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan MIND ID Maroef Sjamsoeddin, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto, Rektor UGM Ova Emilia, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid, dan Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Surya Herjuna.
“Melalui proyek percontohan ini, PTBA bertekad memberikan kontribusi nyata bagi agenda pembangunan nasional,” ujar Arsal. Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto juga menekankan bahwa hilirisasi merupakan komitmen yang akan terus dikerjakan perusahaan.
Adapun rangkaian acara peresmian proyek alat produksi kalium humat diawali di ruang auditorium gedung smart green learning center (SGLC) UGM.
Jajaran terkait lalu berkunjung ke lokasi demplot di Desa Bimomartani untuk melihat lokasi uji coba implementasi kalium humat serta mendengarkan testimoni para petani.
Kemudian, acara dilanjutkan ke lokasi pilot alat produksi kalium humat untuk melihat alat tersebut beroperasi.
Untuk diketahui, sebagai pembenah tanah dan pupuk hayati, kalium humat mampu memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian maupun perkebunan. Penggunaan kalium humat juga dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Berdasarkan hasil uji coba awal, kalium humat mampu meningkatkan hasil panen hingga 30 persen, menjaga kesuburan tanah jangka panjang, dan menghemat penggunaan pupuk sampai dengan 50 persen.
Apresiasi dari berbagai pihak Peluncuran alat produksi kalium humat disambut baik berbagai pihak.
Apresiasi juga datang dari Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Surya Herjuna. Ia berharap, PTBA terus mengembangkan inovasi lain dari batu bara, bukan hanya kalium humat. Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, juga mengapresiasi terhadap usaha yang telah dilakukan antara PTBA dengan UGM untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.
Hal tersebut juga sejalan dengan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, yakni "Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju". Tema tersebut menekankan bahwa kemandirian ekonomi adalah fondasi utama untuk mencapai kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.
0 Komentar