MENTOK, BANGKA BARAT — Kegiatan penambangan timah ilegal di perairan Laut Tembelok dan Keranggan, Kabupaten Bangka Barat, dinilai masih berjalan tanpa kendala berarti. Meski aparat penegak hukum (APH) telah berkali-kali memberikan himbauan dan melakukan patroli di lokasi, warga setempat menilai upaya tersebut belum tuntas dan terkesan hanya berjalan setengah-setengah.
Jika kegiatan tambang di laut keranggan tembelok ini sudah diijinkan kenapa harus kerja malam dan terkesan sembunyi-sembunyi.
Tetlihat deretan lampu ponton berkegiatan tambang ilegal di laut tembelok keranggan
Berdasarkan pantauan langsung dan laporan warga, aktivitas penambangan terhenti sementara saat petugas melakukan patroli pada siang hari. Namun begitu malam tiba, kegiatan penambangan timah ilegal kembali berjalan normal. Ratusan ponton dan alat penambang yang tampak "diam" saat siang hari, beroperasi aktif memanfaatkan kegelapan malam.
Terlihat motor para penambang parkir di pantai tembelok pada malam hari
"Seolah-olah APH menutup mata. Siang hari mereka datang, semuanya berhenti. Tapi begitu petugas pulang, malam harinya tambang jalan terus. Ini bukan penindakan, tapi sekadar pemanis laporan saja," ujar salah satu warga Keranggan yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/10/2026).
Kekayaan Laut Hanya Dinikmati Sebagian Pihak
Meski penambangan timah ilegal di Laut Keranggan terus berjalan setiap malam, ironisnya sebagian besar warga Keranggan justru hampir tidak bisa menikmati kekayaan dari laut mereka sendiri. Warga menuding ada beberapa oknum yang mengatasnamakan "mengambil jatah kampung", namun hasilnya tidak pernah sampai ke masyarakat luas.
"Laut kami digarap, timah diambil setiap malam, tapi kami warga biasa tak dapat apa-apa. Ada yang mengaku ambil jatah kampung, tapi uangnya hanya berputar di tangan mereka saja. Kami tetap hidup sederhana, laut kami pun rusak," tambah warga lainnya.
Warga juga mempertanyakan pola patroli yang hanya berfokus pada siang hari. Hal ini membuat penambang ilegal dengan mudah mengatur jam operasional mereka agar terhindar dari pemeriksaan. Akibatnya, kegiatan penambangan ilegal tidak pernah benar-benar berhenti, sementara kerusakan lingkungan pesisir terus terjadi dan kekayaan alam daerah terus tersedot tanpa dampak nyata bagi kesejahteraan warga setempat.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pola patroli yang dinilai tidak menyeluruh maupun keluhan pembagian hasil yang tidak transparan tersebut. Warga berharap aparat dapat meningkatkan pengawasan di luar jam siang hari dan sekaligus menelusuri aliran keuntungan dari aktivitas yang mengatasnamakan kepentingan warga tersebut.

