Palembang|Harian62.Info -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumsel menghadiri, membuka serta melakukan penanaman pohon pada acara apel dan simulasi ayo siaga bencana dalam rangka Hari Palang Merah Remaja (PMR) ke 76 Tahun 2026 yang mana kegiatan ini sendiri dipusatkan di halaman Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 13 Palembang.
Turut hadir didalam kegiatan ini Ketua PMI Provinsi Sumsel, para jajaran di PMI Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) SMA Disdik Provinsi Sumsel, Kepala Sekolah SMA Negeri 18 Palembang, Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Palembang, Kepala Sekolah Negeri Sumsel, dan undangan lainnya.
Dikatakan Ketua PMI Provinsi Sumsel Dr Hj Febrita Lustia Herman Deru, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa PMR telah bertransformasi dari kegiatan ekstrakulikuler sekolah menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.
Saya mengingatkan sejarah panjang PMR, di mana PMR lahir dari semangat kemanusiaan yang telah tumbuh sejak kongres PMI Tahun 1960.
"PMR bukan sekedar kegiatan ekskul saja, PMR adalah wadah pembinaan generasi muda yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kerukunan," ujarnya.
Kemudian, kalau di SMA Negeri 13 Palembang walaupun jaraknya jauh, tapi tetap berjalan, semangatnya tetap berjalan, niatnya sudah baik berjalan, dan PMR ini sudah berjalan dengan baik.
Sedangkan untuk masukan saya rasa tidak ada, karena PMR ini kan adalah organisasi sekolah. Terpenting tugas mereka adalah membantu teman-teman yang membutuhkan pertolongan pertama jika terjadi apa-apa.
"Melalui Tri Bakti PMR, kita belajar untuk selalu siap menolong sesama, menjaga kesehatan, serta mempererat persahabatan nasional maupun internasional," ungkapnya.
Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Palembang Ridwan Nawawi, S.Ag., M.Si, ini adalah satu kehormatan bagi kami, bahwa kami di percaya untuk menjadi tuan rumah pada kegiatan PMI tingkat provinsi Sumsel. Kenapa demikian, pertama sekolah ini adalah sekolah yang jarang untuk kegiatan.
Kedua memang kita punya fasiltas, mereka membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. Disamping itu mungkin ada semacam penghargaan dengan kita semua dengan prestasi-prestasi yang selama ini kita raih.
"Untuk itulah kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan serta apresiasi yang diberikan kepada SMA Negeri 13 Palembang ini," katanya.
Dilanjutkannya, terkait PMR di sekolah, kita sama, ada, makanya karena kita aktif, sering untuk mengikuti kegiatan, maka kita dilibatkan dalam kegiatan ini.
Kalau saya lihat karena memang kemarin tidak disebutkan jenisnya, itu adalah pohon buah-buahan, untuk menambah penghijauan di sekolah-sekolah yang dilakukan oleh PMI.
"Ini sebagai penanaman-penanaman tentang kegiatan yang dia lakukan di tempat ini. Terkait dengan komitmen, kalau itu tidak ada, kalau tidak komitmen apa pun," ucapnya.
Masih dilanjutkannya, terpenting kami hanya siap mensukseskan kegiatan pada hari ini, sudah itu tidak ada komitmen apa pun. Ya Bisa bersaing, bisa kemudian mengambil pengetahuan dari PMI langsung, bisa saling sharing berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan sekolah-sekolah lain.
Biasanya kalau pada hari biasa penuh dengan kegiatan mereka sendiri, setiap tahun dari masing-masing sekolah punya kegiatan yang melibatkan sekolah lain termasuk juga dengan di SMA Negeri 13 Palembang.
"Harapan saya mengambil pelajaran daripada hari ini, bahwa PMR itu ternyata adalah sebuah organisasi ekstra kulikuler yang diperhitungkan, dan punya nama," imbuhnya. (Fiki)

0 Komentar