Harian62.info
SIMALUNGUN – Dugaan masuknya Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang belum matang optimal ke area PKS Sei Mangke menjadi sorotan. Temuan tersebut muncul setelah adanya dokumentasi penerimaan TBS pada Selasa (26/05/2026), yang memperlihatkan sebagian tandan sawit di salah satu truk masih berwarna kekuningan dan belum matang merata.
Dalam proses industri kelapa sawit, tingkat kematangan TBS merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas Crude Palm Oil (CPO). TBS yang dipanen terlalu muda berisiko menghasilkan rendemen minyak lebih rendah dan meningkatkan kadar Asam Lemak Bebas (ALB), sehingga dapat memengaruhi mutu produksi pabrik.
Berdasarkan prosedur operasional di pabrik kelapa sawit, grader dan petugas timbang memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan visual terhadap setiap muatan TBS sebelum masuk ke loading ramp dan proses olah. Pemeriksaan tersebut meliputi tingkat kematangan buah, kondisi fisik tandan, hingga potensi kontaminasi bahan baku.
Namun, dari dokumentasi yang beredar, terlihat sebagian buah sawit masih belum menunjukkan tingkat kematangan optimal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan proses sortir terhadap pasokan TBS yang berasal dari pihak ketiga.
Sejumlah praktisi perkebunan menilai bahwa pengawasan kualitas bahan baku harus dilakukan secara ketat dan konsisten, terutama untuk menjaga standar mutu CPO dan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan industri sawit, termasuk standar ISPO.
Selain berdampak pada kualitas produksi, dugaan lolosnya TBS mentah juga dinilai dapat memengaruhi citra pengendalian mutu perusahaan apabila tidak segera dilakukan evaluasi internal. Karena itu, pihak manajemen PKS Sei Mangke diharapkan melakukan penelusuran terhadap asal pasokan TBS serta memperkuat pengawasan di area timbang dan loading ramp.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS Sei Mangke belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan masuknya TBS yang belum matang tersebut.
(Tim)

0 Komentar