SORONG – kami 21-Mei-2026 Puluhan anak jalanan Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi dan meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi. Mereka mendatangi kantor pemerintahan untuk bertemu dan menyampaikan tuntutan langsung kepada Gubernur Papua Barat Daya.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Silas Kalasuat, menyampaikan bahwa kelompoknya meminta agar Gubernur benar-benar memperhatikan nasib anak-anak jalanan di wilayah tersebut.
"Kami meminta Bapak Gubernur untuk benar-benar memperhatikan nasib kami anak-anak jalanan Papua Barat Daya," ujar Silas saat orasi.
Adapun beberapa poin tuntutan yang diajukan oleh para pendemo adalah sebagai berikut:
1. Meminta Gubernur membuka dan memberikan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi anak jalanan di Kota Sorong.
2. Meminta pembangunan rumah singgah sebagai wadah untuk menampung dan menyalurkan bakat mereka di berbagai bidang, seperti kesenian, olahraga, dan kegiatan positif lainnya.
3. Meminta agar diselenggarakan pelatihan keterampilan secara gratis untuk bekal masa depan.
4. Meminta kemudahan akses berupa pendidikan gratis dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kota Sorong, khususnya anak jalanan.
Respon Pemerintah: Tuntutan Sesuai Program yang Sedang Disusun
Menanggapi aksi tersebut, Drs. George Japsenang, M.Si selaku PLT Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya, hadir menerima perwakilan pendemo.
Dalam kesempatannya, George Japsenang menyampaikan bahwa tuntutan yang disampaikan oleh anak-anak jalanan tersebut sebenarnya sejalan dengan program yang saat ini sedang disusun oleh pemerintah daerah.
"Tuntutan yang disampaikan teman-teman ini sama persis dengan program yang sedang saya susun. Salah satu fokus kami adalah pendidikan karakter untuk membentuk mental yang kuat," ungkap George.
Lebih lanjut ia menjelaskan, program tersebut rencananya akan mulai berjalan pada tahun depan. Untuk tahap awal, pihaknya telah menyiapkan kuota bagi 100 orang untuk mengikuti program pendidikan karakter dan pembinaan.
"Program ini akan berjalan tahun depan. Untuk awal, kami siapkan kuota 100 orang. Nantinya mereka akan mengikuti pendidikan karakter dan pembinaan yang difokuskan khusus untuk anak-anak yang putus sekolah agar memiliki arah hidup yang jelas," tutupnya.


0 Komentar