PALOPO__ Sejumlah mahasiswa meggelar aksi unjuk rasa (Demonstrasi) di depan Kantor Walikota Palopo, bertepatan memperingati hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS).
Mahasiswa tersebut, tergabung dalam Komando Wilayah Gerakan Aktivis Mahasiswa Luwu Raya (GAM LUWU RAYA). Dalam Aksinya, Mahasiswa membentangkan spanduk bekas yang bertuliskan “MBG BUKAN SOLUSI UNTUK MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA”.
"Mereka juga membakar Ban bekas, dan saling bergantian ber-Orasi. Serta menyampaikan Issu Tuntutan: "HENTIKAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS PRIORITASKAN KUALITAS PENDIDIKAN", hingga megalami kemacetan panjang di sekitaran area JL. Jendral Sudirman, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Pada Sabtu, 2/5/2026".
Jendral Lapangan aksi Agam, menyampaikan program Makn Bergizi Gratis (MBG) yang di luncurkan pemerintah Prabowo Subiato pada awal 2025, dengan menyediakan makanan bergizi kepada 82, juta anak sekolah. Dengan tujuan membangun generasi sehat dan cerdas sebagai fondasi visi "Indonesia Emas".
"Namun, hadirnya program Pemerintah ini, jauh dari harapan Rakyat, karena memangkas anggaran APBD yang cukup besar. 2025 sebesar 71 Triliun, tahun 2026 sebesar 335 Triliun. Hingga pemerinta melakukan Efesiensi anggaran bahkan anggaran Pendidikan ikut pangkas untuk keperluan MBG." Unkap Agam.
Tak hanya itu Panglima GAM, Ahmad Hanifullah, juga menyampaikan keritik nya terkait Makan Bergizi Gratis, Ia menyinggung kekhawatirannya dengan banyaknya yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu dari program (MBG), yang terjadi dibeberapa daerah.
"Pemerintah harusnya memprioritaskan Pendidikan, bukan memperlakukan pendidikan sebagai beban. Bagaimanapun investasi dalam pendidikan adalah kunci bagi pembangunan peradaban dan kemajuan bangsa, sesuai amanat UUD 1945".
Lanjutnya, Ia menggaap Anggaran Negara tidak sedang dialokasikan dengan tepat, anggaran itu sedang di hamburkan untuk gaya hidup birokrasi, pengadaan Motor Listrik (21.801) Kaos Kaki - Pasang (Rp.100.000). Pengadaan motor Listrik dan kaos kaki jauh lebih mendesak, ketimbang memperbaiki ruangan kelas yang nyaris ambruk. Tentu kami menganggap hal ini sangat mecedari Amanat konstitusi dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

0 Komentar