Gubernur Herman Deru Ajak Mahasiswa Gunakan AI Secara Bijak

Palembang,harian62.info -

Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, mengajak para mahasiswa untuk menggunakan Artificial Intelligence (AI) secara bijak. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri final lomba video AI, Minggu (19/04/2026) siang.


Menurutnya, AI merupakan teknologi baru yang memiliki dua sisi, layaknya pisau. Jika dimanfaatkan dengan baik, AI akan memberikan manfaat besar, namun jika disalahgunakan dapat menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam penggunaannya.


Gubernur Herman Deru juga mengapresiasi penyelenggaraan lomba video AI bertema ketahanan pangan. Ia mendorong mahasiswa untuk mengelola produk berbasis AI menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.


Ia mencontohkan, melalui video AI mahasiswa dapat mengedukasi petani mengenai hilirisasi produk pertanian dan peningkatan produktivitas. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk menggambarkan proses pengolahan hasil pertanian, mulai dari gabah hingga menjadi produk siap saji seperti lontong.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa karya video AI yang dihasilkan harus memiliki output nyata dan memberikan manfaat bagi petani, bukan sekadar visualisasi yang monoton. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan AI rentan disalahgunakan, termasuk untuk penipuan, sehingga diperlukan kecakapan dan literasi digital yang baik.


Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Perguruan Sjakhyakirti Palembang, Muhammad Arif Rani, menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu program pemerintah pusat yang penting untuk diterapkan.


“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, dimulai dari memastikan ketersediaan hingga keterjangkauan pangan,” ujarnya.


Rektor Universitas Sjakhyakirti Palembang Dr. Drs. Hermansyah, M.Si mengatakan, kita adakan lomba untuk provinsi Sumsel. Untuk mendukung pemerintah, kita ambil tema tentang Ketahanan Pangan. 


Antusias pesertanya luar biasa 224 pesertanya, dari umum. Umurnya 17 sampai 27 tahun. 


"Kita mengangkat tema IA, kita menggandeng pihak Polda untuk menjelaskan. Karena jika tidak bijak menggunakan IA, maka bisa terkena pidana," katanya.


"Syakyakirti kita ingin menjadi universitas yang menggagas IA. Ini yang pertama di Sumsel. Kita didukung PS Mall. Hasilnya sesuai yang diharapkan. Kolaborasi pihak PS, Polda mengedukasi. Syakyakirti ini bagian pengabdian kita kepada masyarakat," tambahnya. 


Ketua pelaksana lomba video AI, Mariana Purba, melaporkan bahwa sebanyak 224 karya masuk pada tahap awal seleksi. Setelah melalui babak semifinal, terpilih 10 peserta yang melaju ke babak final.


Ia menjelaskan bahwa lomba ini diinisiasi oleh Universitas Sjakhyakirti sebagai upaya mendorong pemanfaatan AI secara positif di kalangan masyarakat, sejalan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto terkait pemanfaatan teknologi AI.


Tema ketahanan pangan yang diusung pada babak final dinilai selaras dengan program pemerintah. Ke depan, perguruan tinggi lain diharapkan dapat berkolaborasi dalam pemanfaatan AI melalui ajang serupa.


“Setiap kampus dapat mengirimkan perwakilannya. Mahasiswa Sumatera Selatan memiliki potensi besar, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya. 


(fiki)

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung