Setelah melaksanakan rangkaian kegiatan di kecamatan Lembah Melintang, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy didampingi Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto dan Wakil Bupati M. Ipan bersama rombongan Time Safari Ramadhan Provinsi Sumatera barat dan kabupaten Pasaman Barat mengunjungi Masjid Raya Istiqomah Lubuk Gadang di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Koto Balingka, senin(2/3/26) malam. Kunjungan tersebut dalam rangka buka puasa bersama dan sholat tarawih berjamaah.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Sumbar menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk Masjid Raya Istiqomah Lubuk Gadang, bantuan Al-Qur’an, serta santunan bagi fakir miskin. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga menyalurkan bantuan sebesar Rp3 juta kepada dua orang pengurus masjid. Selain itu, Bank Nagari Cabang Provinsi menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk masjid tersebut.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat turut memberikan bantuan sebesar Rp15 juta kepada pengurus masjid, Rp2 juta dari Bank Nagari Simpang Empat, serta perlengkapan salat. Kementerian Agama Pasaman Barat menyalurkan paket Al-Qur’an, dan BPBD Provinsi Sumbar memberikan 20 paket Al-Qur’an.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, mengaku terharu atas sambutan tulus masyarakat Lubuk Gadang. Ia berharap Masjid Raya Istiqomah dapat menjadi pusat peradaban Islam di Pasaman Barat.
“Lubuk Gadang di Nagari Koto Tangah terdiri atas tiga jorong, yakni Lubuk Gadang Induk, Lubuk Gadang Utara, dan Lubuk Gadang Selatan. Setelah sekian lama, Masjid Raya Istiqomah Lubuk Gadang tidak dikunjungi pimpinan Sumbar. Untuk itu, kami sangat berterima kasih dan merasa berbahagia,” ungkapnya.
Turut hadir Ketua BKOW Provinsi Sumatera Barat Dianita Maulin Vasko, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ade Putra, Anggota DPRD Pasaman Barat Nefri, Ketua TP-PKK Pasbar Sifrowati Yulianto, Ketua GOW Pasbar Gusmalini M. Ihpan, para asisten, staf ahli, kepala OPD, rombongan Tim Safari Ramadan Provinsi Sumbar dan Pasbar, Kementerian Agama, unsur perbankan, Camat Koto Balingka, Forkopimca Koto Balingka, alim ulama, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait.
(Windi wulandari)

0 Komentar