Kabupaten Asahan,harian62.info -
Setelah viral tiga kali karena unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Asahan yang kosong seperti kuburan (diduga tidak ada anggota dewan di dalam pada saat acara unjuk rasa selama 3 kali), dua lembaga yaitu DPP LSM GEMMAKO dan DPP PERMASI ASAHAN mengajukan permintaan Rapat Dengan Pimpinan (RDP) kepada Ketua DPRD Asahan sekitar sebulan lalu.
RDP tersebut baru terealisasi pada hari Senin, 10 Maret 2026, dengan jadwal tertulis di surat pukul 09.00 WIB di Ruang Komisi B DPRD Kabupaten Asahan, namun baru dimulai pada pukul 10.16 WIB. Dari proses permintaan hingga pelaksanaannya, pihak GEMMAKO menilai tidak kooperatif dan kurang profesional.
"Terkesan tidak berguna lagi, seperti menonton sinetron. Kita melihat Korwil SPPG Kabupaten Asahan seolah-olah hanya bercerita kepada anggota Komisi B, padahal mereka sudah melakukan RDP pada bulan Januari lalu," ujar Dodi Antoni, Ketua Umum DPP LSM GEMMAKO ASAHAN kepada awak media pada Rabu (11/03/2026).
Dalam RDP tersebut, pihak GEMMAKO dan PERMASI mengangkat beberapa poin penting, antara lain tentang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sudah beroperasi lebih dari 30 hari, Surat Hasil Laboratorium Sarana (SHLS), bukti pendaftaran dari Dinas Kesehatan (Dinkes), anggaran porsi Program Makanan Bergizi (MBG), serta temuan makanan tak layak seperti pisang busuk.
Lebih mengejutkan, Korwil SPPG Kabupaten Asahan bernama Adi menyampaikan bahwa selama pelaksanaan MBG di bulan puasa, program tersebut disatukan menjadi tiga hari secara langsung atas instruksi Bupati Asahan. Temuan menu menunjukkan porsi telur 3 buah, tahu 3 buah, kurma 10 buah, roti 3 buah, dan susu milk 3 bungkus untuk tiga hari di awal bulan puasa, ucap dodi
Dodi menjelaskan bahwa pelaksanaan RDP oleh Komisi B DPRD Kabupaten Asahan dinilai percuma dan tak berguna. Hal ini karena salah satu anggota Komisi B dengan inisial DS menuding Ketua Gemmako melakukan pelanggaran, meskipun tidak ada dugaan kuat sama sekali. Sentimen tersebut diduga terkait dengan video viral yang menunjukkan kantor DPRD Kabupaten Asahan kosong tanpa kehadiran 45 anggota dewan pada jam kerja, yang telah ditonton puluhan bahkan ratusan ribu orang. Akhirnya, Dodi Antoni keluar dari ruangan RDP sebelum acara selesai.

0 Komentar