TOBOALI, BANGKA SELATAN — Duka mendalam menyelimuti warga Desa Serdang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Sebuah kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) malam menghanguskan ratusan rumah warga dalam waktu singkat. Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terbesar yang pernah terjadi di kawasan tersebut dan menyisakan kesedihan yang luar biasa bagi masyarakat setempat.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat sekitar pukul 15.00 WIB dari salah satu rumah warga. Angin yang kencang dan jarak antar rumah yang sangat rapat membuat api dengan sangat cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Dalam hitungan jam, kobaran api membakar hampir sebagian besar wilayah pemukiman desa. Warga berusaha menyelamatkan diri dan barang-barang seadanya, namun api terlalu besar dan panas, sehingga banyak yang hanya bisa berlari keluar tanpa sempat membawa apa pun.
Petugas Pemadam Kebakaran berjuang keras mengendalikan api, namun baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00 dini hari. Terlihat dari kejauhan, hamparan puing-puing dan asap yang masih mengepul menandakan betapa dahsyatnya kebakaran yang terjadi malam itu.
Ratusan Rumah Ludes Terbakar
Akibat peristiwa ini, ratusan unit rumah warga hangus rata dengan tanah. Jauh lebih luas dari perkiraan awal. Barang-barang berharga, pakaian, dokumen keluarga, hewan ternak, hingga hasil bumi yang disimpan warga semuanya tak tersisa. Jalanan desa yang biasanya ramai, kini berubah menjadi hamparan abu dan dinding rumah yang tinggal sebagian.
Suasana Penuh Duka
Suasana di lokasi pascakebakaran sangat memilukan. Warga berjalan di antara puing-puing sambil mencoba mencari barang yang masih bisa diselamatkan, namun kebanyakan hanya menemukan tumpukan arang dan sisa bangunan yang runtuh.
"Dulu di sini rumah kami, di sana tempat anak-anak bermain. Sekarang semuanya hilang. Hanya tinggal kenangan," ucap seorang warga sambil menatap kosong ke arah puing-puing rumahnya, tak kuasa menahan air mata.
Anak-anak tampak bingung dan takut, banyak yang tidak bisa berhenti menangis saat menyadari rumah mereka tidak ada lagi. Para lansia duduk berkelompok di posko pengungsian dengan wajah lesu, seolah belum percaya apa yang baru saja menimpa mereka. Rasa kehilangan yang begitu dalam terasa di setiap sudut desa yang kini berubah wajah.
Bantuan dan Harapan
Saat ini ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggal sementara waktu menumpang di balai desa, masjid, tenda darurat, maupun rumah kerabat dan tetangga yang letaknya agak jauh dari titik kebakaran. Kebutuhan mendesak seperti air bersih, makanan, pakaian, selimut, dan obat-obatan sangat dibutuhkan para pengungsi.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bersama pihak terkait telah turun ke lokasi dan menyalurkan bantuan awal. Namun dengan jumlah kerusakan yang begitu luas, bantuan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar warga dapat segera memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan mulai membangun kembali tempat berlindung mereka.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Warga berharap ke depannya fasilitas pencegahan kebakaran di desa-desa dapat lebih diperhatikan agar tragedi serupa tidak terulang.

