KABUPATEN BANDUNG, Harian62.info -
DPRD Kabupaten Bandung melalui Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tengah membahas Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Pembahasan difokuskan pada penyesuaian pendapatan dan belanja daerah agar anggaran pada tiga bulan terakhir 2026 dapat berjalan efektif, efisien, dan tetap mendukung program pembangunan prioritas.
Disela-sela kesibukannya awak media mencoba menggali informasi kepada Sekwan DPRD kabupaten Bandung terkait perubahan APBD di tahun 2026.
Sekretaris DPRD Kabupaten Bandung, H. Yosep Nugraha, S.H., M.I.P. mengatakan kebutuhan anggaran DPRD dalam APBD Perubahan mencapai sekitar Rp120 miliar, namun yang baru teranggarkan sekitar Rp105 miliar.
“Selanjutnya kita akan melihat kapasitas keuangan daerah dan menentukan program-program yang harus diprioritaskan agar fungsi DPRD dapat dilaksanakan secara optimal,” ujar Yosep.
Menurutnya, perubahan anggaran merupakan bagian dari dinamika pembangunan. Penyesuaian dapat terjadi pada sejumlah perangkat daerah, baik berupa penambahan maupun pengurangan anggaran, sesuai kebutuhan belanja dan kondisi pendapatan daerah.
Yosep menegaskan, efisiensi menjadi salah satu perhatian utama tanpa mengganggu program-program yang bersifat prioritas. Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu terus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperkuat kemampuan pembiayaan pembangunan.
Ia berharap pembahasan antara Banggar dan TAPD dapat segera dituntaskan sehingga persetujuan APBD Perubahan 2026 dapat dilakukan melalui rapat paripurna pada September.
“Kita optimistis pembahasan dapat selesai tepat waktu. DPRD dan pemerintah daerah harus terus bersinergi dan berkolaborasi agar APBD mampu memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat secara efektif dan efisien,” pungkasnya.
(DY)


