SORONG – Warga Kelurahan Kelademak 2, kawasan Pantai Bersungut, kini tak hanya kebasahan, tapi juga kecewa berat. Setiap kali langit mendung dan hujan turun, pemukiman mereka langsung berubah menjadi danau. Banjir bukan lagi bencana, melainkan pemandangan rutin yang menyiksa setiap hari.
Ironisnya, kondisi ini terjadi lantaran tidak adanya saluran air atau parit yang memadai. Air hujan tak punya jalan keluar, sehingga menggenang tinggi, merendam rumah, dan mengganggu seluruh aktivitas warga.
Namun kemarahan warga memuncak ketika mengingat janji manis yang dilontarkan saat masa kampanye dulu. Wali Kota Sorong dengan lantang berjanji akan membangun drainase dan parit permanen untuk mengakhiri penderitaan ini. Nyatanya, hingga kini janji tersebut hanya tinggal wacana, tak ada satu pun titik bangunan yang terlihat.
"Setiap hujan kami kebanjiran, tapi janji pembuatan parit sampai sekarang tak kunjung dibangun. Apakah janji kampanye itu hanya untuk meraih suara, lalu setelah menang kami dilupakan begitu saja?" geram salah satu warga dengan nada tinggi.
Warga menuntut tanggung jawab penuh. Mereka tak mau lagi didengarkan dengan janji-janji kosong. Waktu terus berjalan, hujan terus turun, dan air terus naik, sementara pembangunan yang diharapkan tak kunjung terealisasi.
Warga berjanji akan ke kantor walikota untuk menuntut janji itu.
Mereka meminta Wali Kota Sorong segera turun tangan dan membuktikan ucapannya, atau berhenti beralasan jika memang tak mampu menepati amanah yang diberikan rakyat.

0 Komentar