SORONG – Memasuki musim jelang Idul Adha 2026, harga hewan kurban khususnya sapi di pasar Papua Barat Daya saat ini bervariasi, mulai dari Rp17 juta hingga Rp25 juta per ekor tergantung pada ukuran, berat badan, dan kualitasnya. Namun, di balik ketersediaan yang melimpah, ternyata ada keluhan yang disampaikan oleh kalangan peternak lokal.
Salah seorang peternak sapi, Mulyono, mengaku bahwa minat pembeli terhadap sapi lokal tahun ini terlihat menurun cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menurutnya disebabkan oleh banyaknya pasokan sapi yang didatangkan secara besar-besaran dari luar daerah masuk ke wilayah mereka.
"Kalau tahun lalu penjualan kami bisa sangat bagus, bisa habis lebih dari 25 hingga 30 ekor sapi. Tapi untuk tahun ini, sampai saat ini baru terjual sekitar tujuh ekor saja. Jauh berbeda dengan tahun lalu," ujar Mulyono dengan nada kecewa.
Ia menjelaskan, saat ini harga yang ditawarkan untuk sapi lokal berkisar paling murah Rp17 juta dan untuk yang ukuran besar dan kualitas bagus bisa mencapai Rp25 juta per ekor. Namun, dengan banyaknya pilihan sapi dari luar daerah yang masuk, daya beli masyarakat terhadap sapi lokal menjadi tersaingi.
Mulyono tidak menolak adanya pasokan dari luar daerah, namun ia berharap waktu pendatangannya bisa diatur agar tidak bertepatan dengan momen puncak seperti Idul Adha. Menurutnya, hal ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha dan pendapatan peternak lokal yang sudah bertahun-tahun mengembangkan ternaknya di sana.
"Kami sebenarnya tidak masalah kalau sapi dari luar masuk pada momen lain, misalnya saat Idul Fitri atau hari biasa. Tapi kalau pas saat Idul Adha begini, sebaiknya beri kesempatan dulu kepada peternak lokal untuk mendapatkan peluang penjualan yang adil. Kami juga butuh penghasilan dari hasil ternak kami ini," tutupnya.
Sampai saat ini, pihak terkait terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan hewan kurban di lapangan demi memastikan kelancaran ibadah masyarakat.

0 Komentar