Insiden bermula ketika ratusan massa melakukan blokade di lima titik jalan utama kota. Menanggapi hal tersebut, Kombes Amry Siahaan turun langsung ke lapangan memimpin operasi pengamanan untuk membuka akses jalan yang terblokir demi kelancaran masyarakat.
Namun, saat proses pembukaan blokade di Kompleks Sorpus dan sekitarnya, situasi memanas. Massa melakukan perlawanan dengan melempar batu, kayu, botol, hingga bom molotov ke arah personel. Bahkan, Kapolresta beserta rombongan nyaris terkena lemparan molotov saat berada di lokasi.
Meskipun mendapat serangan fisik, Kapolresta tetap mengambil keputusan taktis dan tegas. Dengan dukungan personel gabungan Brimob dan jajaran Polda Papua Barat Daya, polisi melakukan tindakan penertiban dengan melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata untuk memukul mundur kelompok anarkis.
"Alhamdulillah, berkat kerja keras dan profesionalisme seluruh personel, situasi keamanan di Kota Sorong sudah dapat dikendalikan sepenuhnya pada Jumat dini hari," tegas Kombes Amry Siahaan, menunjukkan stabilitas kepemimpinan yang kuat.
Dalam operasi yang dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Polresta Sorong Kota ini, aparat berhasil mengamankan empat orang yang diduga kuat terlibat sebagai provokator dan pelaku perusakan. Mereka saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta.
Kabag Ops Polresta Sorong Kota, Kompol Muhammad Andi Nurul Yaqin, menambahkan bahwa pasukan terus melakukan konsolidasi guna mengantisipasi segala kemungkinan aksi susulan.
"Kami meningkatkan patroli rutin untuk menjaga stabilitas keamanan dan memastikan tidak ada lagi gangguan kamtibmas," ujarnya.
Dampak insiden ini, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan, serta dua orang wartawan dan beberapa personel polisi mengalami luka-luka saat bertugas.
Polresta Sorong Kota melalui pimpinannya mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi isu tidak benar, dan menjaga kerukunan demi keamanan bersama.


0 Komentar