Palembang|Harian62.Info -- Rangkaian kegiatan Jambore Sumsel 2026 resmi ditutup melalui Closing Ceremony dan pemberian awarding kepada pelaku UMKM serta sponsor pendukung, Minggu (24/5/2026). Penutupan acara dilakukan oleh Asisten II Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Kemas Isnaini Madani.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut digelar di kawasan CGC One Grand City Palembang, pusat gaya hidup dan kuliner terpadu yang berada di kawasan Citra Grand City Palembang, wilayah Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Area tersebut dikenal sebagai ruang terbuka modern yang dirancang menjadi pusat rekreasi, hiburan, kuliner, dan ruang publik bagi masyarakat sekitar maupun warga perumahan.
Ketua Umum Forum Kebersamaan Sumsel, Prof. Dr. Sri Rahayu, mengatakan Jambore Sumsel 2026 merupakan kegiatan perdana yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
“Closing hari ini ditandai dengan pemberian penghargaan kepada sponsor-sponsor dan doorprize kepada pengunjung. Alhamdulillah, walaupun acara sudah resmi ditutup, antusias masyarakat untuk berbelanja masih tetap tinggi,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Menurut Sri Rahayu, kegiatan ini diikuti sebanyak 108 tenant UMKM yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan maupun luar provinsi.
“Pesertanya berasal dari Palembang, Prabumulih, beberapa daerah di Sumsel, bahkan ada juga dari Provinsi Lampung,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebanyak 24 sponsor turut mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Sponsor utama di antaranya berasal dari Bank Indonesia, sejumlah universitas di Palembang, serta pihak CGC One Grand City Palembang.
Selama empat hari pelaksanaan, pengunjung memadati area jambore sejak siang hingga malam hari. Bahkan pada malam pembukaan, kegiatan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak tenant mengaku dagangannya habis terjual sebelum malam. Bahkan rata-rata stan sudah tutup sekitar pukul 18.30 WIB karena stok produk habis,” katanya.
Sri Rahayu menyebut konsep kegiatan sengaja dibuat berbeda dengan memilih area terbuka dibandingkan hotel atau gedung tertutup agar masyarakat bisa menikmati suasana alam dan interaksi langsung.
“Kami ingin suasana lebih santai dan natural. Walaupun sempat ada hujan, angin, bahkan tenda roboh, pengunjung tetap menikmati acara dan tidak ada yang mengeluh. Setelah hujan reda, semuanya kembali dirapikan bersama-sama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap Jambore Sumsel dapat menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan karena dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Harapan kami kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan masuk kalender event tahunan Sumsel. Jangan hanya satu hari, tapi minimal empat sampai tujuh hari supaya dampaknya lebih terasa bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, durasi acara yang lebih panjang akan memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk datang berkunjung, terutama bagi mereka yang tidak sempat hadir di hari pembukaan.
“Kalau pembukaan tidak sempat datang, masyarakat masih punya kesempatan hadir saat hari-hari berikutnya sampai penutupan,” tambahnya.
Sri Rahayu juga menjelaskan bahwa tema jambore kali ini terinspirasi dari semangat Pramuka dalam rangka memperingati ulang tahun ke-3 Forum Kebersamaan Sumsel.
“Jambore ini menjadi sesuatu yang berbeda dalam perayaan ulang tahun ke-3 kami. Kami memilih konsep jiwa Pramuka karena mengandung nilai kebersamaan, kemandirian, dan gotong royong yang patut ditiru dan dibanggakan,” pungkasnya.
(Fiki)

0 Komentar